Sabtu, 19 Desember 2015

Cloud computing

Sejarah Cloud Computing
Cloud computing dipicu pertama kali ketika menculnya konsep Web 2.0, dimana user bisa saling berinteraksi. Ya, hal ini memungkinkan karena bandwith yang bisa digunakan oleh masyarakat sudah semakin besar.  Dan hal ini menjadi sebuah peluang oleh developer untuk membuat suatu sistem komputasi yang terdistribusi secara masal.

Diawali oleh kemunculan situs www.salesforce.com  pada awal 1999 yang menyediakan aplikasi enterprise melalui sebuah web yang sangat simple, user menggunakan sistem langganan untuk bisa mengakses aplikasi di salesforce.com ini, dan sekarang sistem seperti ini dikenal sebagai SaaS (Software as a Service) yaitu aplikasi itu sebagai sebuah layanan. Kemudian dilanjutkan dengan masuknya Amazon  (perusahaan toko buku online) yang mulai mengembangkan sistem infrastruktur komputasi yang disebut sebagai Amazon Web Service pada tahun 2002, dimana amazon menyediakan storage, computation dan human intelligence melalui Amazon Mechanical Turk . Pada tahun 2006, amazon mengenalkan Amazon’s Elastic Compute cloud (EC2) sebagai commercial web service yang menyediakan akses cloud kepada perusahaan dan individu untuk menyewa komputer storage yang bisa digunakan sebagai platform pengembangan aplikasi secara online, inilah awal dari IaaS, yaitu perusahaan yang menyediakan infrastruktur sebagai sebuah layanan.

Contoh Komputasi Awan (Cloud Computing)
  1. Google Drive
    Google Drive adalah layanan penyimpanan Online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya.


  2. Windows Azure
    Windows Azure adalah sistem operasi yang berbasis komputasi awan, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers. Windows Azure yang mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.

Layanan Cloud Computing

Setelah pengguna mengetahui karakteristik dari Cloud Computing, berikutnya akan dibahas
jenis-jenis layanan dari Cloud Computing. NIST sendiri membagi jenis layanan Cloud
Computing menjadi tiga sebagai berikut: 
1. Software as a Service (SaaS)
SaaS adalah layanan dari Cloud Computing dimana pelanggan dapat
menggunakan software (perangkat lunak) yang telah disediakan oleh cloud provider.
Pelanggan cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan
baik. 
Contoh dari layanan SaaS ini antara lain adalah:
  • Layanan produktivitas: Office365, GoogleDocs, Adobe Creative Cloud, dsb.
  • Layanan email: Gmail, YahooMail, LiveMail, dsb.
  •  Layanan social network:  Facebook, Twitter, Tagged, dsb. 
  •  Layanan instant messaging: YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb.

Selain contoh di atas, tentu masih banyak lagi contoh yang lain.  Dalam
perkembangannya, banyak perangkat lunak yang dulu hanya bisa dinikmati dengan
menginstal aplikasi tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa dinikmatidengan
layanan Cloud Computing.
Keuntungan dari SaaS ini adalah kita tidak perlu membeli lisensi software lagi. Kita
tinggal berlangganan ke cloud provider dan tinggal membayar berdasarkan pemakaian.

2. Platform as a Service (PaaS)
PaaS adalah layanan dari Cloud Computing kita bisa menyewa “rumah” berikut
lingkungannya, untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Pelanggan tidak perlu
pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting
aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Pemeliharaan “rumah” ini (sistem
operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll) menjadi tanggung jawab dari
penyedia layanan. 
Sebagai analogi, misalkan ingin menyewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang
sudah disewa, tanpa peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan kamar.
Yang terpenting adalah, suasananya nyaman untuk digunakan. Jika suatu saat dibuat
tidak nyaman, maka pelanggan dapat pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanannya. 
Contoh penyedia layanan PaaS: Amazon Web Service, Windows Azure, dan GoogleApp
Engine
Keuntungan dari PaaS bagi  pengembang dapat fokus pada aplikasi yang sedang
dikembangkan tanpa harus memikirkan “rumah” untuk aplikasi, dikarenakan ahl
tersebut sudah menjadi tanggung jawab cloud provider.

3. Infrastructure as a Service (IaaS)
IaaS adalah layanan dari Cloud Computing sewaktu kita bisa “menyewa” infrastruktur IT
(unit komputasi, storage, memory, network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit
komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwidth , dan
konfigurasi lainnya yang akan disewa. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini adalah
seperti menyewa komputer yang masih kosong. Kita sendiri yang mengkonfigurasi
komputer ini untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa kita install sistem
operasi dan aplikasi apapun diatasnya.
Contoh penyedia layanan IaaS : Amazon EC2, Rackspace Cloud, Windows Azure, dsb.
Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi
komputer virtual tersebut dapat diubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai
contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan
CPU, RAM, Storage, dsb. dengan segera.

sumber:
 http://masradityaputra.blogspot.co.id/2015/12/sejarah-dan-pengertian-cloud.html
BUKU: Pengantar Cloud Computing, oleh: Alex Budiyanto,2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar